Featured

Powered by Blogger.

0 Doa seorang bocah yang masih polos

Doa seorang bocah yang masih polos

"Tuhan, Engkau 'kan tahu, ujian matematikaku
hari ini sangat buruk. Tetapi aku bersyukur.
Aku tidak menyontek, walaupun teman-temanku
melakukannya. Berangkat ke sekolah tadi pagi,
aku membawa sepotong kue dan sebotol air.
Kata ayah, sekarang sedang musim paceklik.
Jadi, hanya itu yang bisa kubawa. Terima kasih
kuenya, Tuhan! Di jalan aku melihat pengemis
yang kelaparan. Lalu aku berikan kue itu pada-
nya. Tahu-tahu saja laparku hilang ketika
melihatnya tersenyum."

"Tuhan, lihatlah, ini sepatuku yang terakhir.
Mungkin aku harus berjalan tanpa sepatu minggu
depan. Engkau 'kan tahu, sepatu ini sudah rusak
berat. Tapi tidak apa-apa. Aku tetap bersyukur.
Paling tidak, aku masih bisa pergi ke sekolah.
Terima kasih Tuhan! Tetanggaku bilang, orang-
orang sedang mengalami gagal panen. Beberapa
temanku terpaksa berhenti sekolah. Tuhan, tolong
bantu mereka, supaya bisa sekolah lagi."

"Oya, semalam ibu memukulku. Mungkin karena aku
nakal. Itu memang menyakitkan, tapi pasti sakitnya
segera hilang. Aku tahu Engkau akan menyembuhkan
sakit itu. Yang penting, aku masih punya seorang
ibu. Tuhan, tolong jangan marahi ibuku, ya? Dia
hanya lelah, juga panik memikirkan biaya sekolahku.
Terakhir, Tuhan. Rasa-rasanya, aku sedang jatuh
cinta. Ada seorang cowok yang tampan di kelasku.
Menurut Engkau, apakah dia akan menyukaiku?
Tapi apa pun yang terjadi, aku tahu Engkau tetap
menyukaiku. Terima kasih Tuhan!"

Tidak usah Anda pertanyakan benar atau tidaknya
cerita tadi, karena seorang bocah di luar sana
benar-benar telah melakukannya.

salam,
Peter
Read more

0 Lagu Sekolah Minggu; Berjalan ke gereja

Berjalan ke gereja itu kesukaanku
Memuji nama Tuhan itu kesenanganku
Dengan bersungguh-sungguh kudengar Firman Tuhan
Persembahan kuberi dengan hati bersyukur

Karna kasih Yesus ada dalam hatiku )4X

video-nya


Read more

0 SAMBUT TEMAN BARU

SAMBUT TEMAN BARU

Lagu ini bisa dinyanyikan untuk menyambut teman-teman yang baru, atau untuk memulai Ibadah Anak.Ajaklah anak-anak untuk bersalaman dengan teman-temannya, saling kenal, lebih dari 5 anak, sambil menyanyikan lagu ini....

Hallo, Hallo, teman ku semua
Slamat datang di Skolah minggu kita
Kami semua menyambut gembira
Teman kita pun bertambah

Kita bernyanyi bersama
Kita berdoa bersama
Memuji Tuhan bersama
Tinggikan namanya

Belajar Firman Tuhan
Saling menguatkan
Saling mendoakan
Keluarga Tuhan

download song 
Read more

0 Yesus sahabat sejati anak-anak

Yesus sahabat sejati anak-anak

Tujuan :
Anak anak yakin bahwa Yesuslah sahabat sejati mereka

Bacaan :
Markus 10 : 13 - 16

Illustrasi :

Yesus memiliki teman-teman, demikian pula dengan kita.
Dia punya beberapa teman dewasa yang juga adalah penolongnya (disebut : murid-murid Yesus)
Kemanapun Yesus dan para sahabatnya pergi, berbodong-bondong orang banyak selalu mengikuti mereka.
Mereka ingin melihat Yesus, mendengarkan sabdaNya dan menyentuh pakaianNya.
Yesus senang, sebab ia suka berhenti dan berbicara kepada orang banyak tentang Allah

Suatu hari sekelompok besar orang tua dan anak-anak datang untuk melihat Yesus
Mereka ingin Yesus menjadi sahabat bagi anak-anak mereka juga.
Mereka ingin anak-anak dapat melihat Yesus dan menjadi sahabatNya.
Ada seorang ibu yang memiliki seorang bayi mungil, berharap Yesus mau menggendongnya

Namun para muris Yesus berdiri tegak dihadapan orang tua dan anak-anak itu
Mereka menghalangi dan tidak memperbolehkan anak-anak dan orang tua mendekati Yesus
Para muris berkata : " Pergilah !!, Yesus tidak punya waktu untuk menggendong dan bercakap cakap dengan anak-anak, Dia terlalu sibuk ".
Para orang tua berpikir : " Apakah Yesus terlalu sibuk untuk anak-anak, dan hanya punya waktu untuk orang tua saja".
(Menurutmu bagaimana perasaan anak-anak, ketika mendengar perkataan murid Yesus ??)

Yesus sangat sedih mendengar perkataan muridNya
Yesus mau melihat anak-anak, karena mereka juga teman-temanNya
Kata Yesus : " Biarkan anak-anak itu datang kepadaKu, janganlah menghalangi mereka. Mereka adalah teman kecilku, dan mereka adalah bagian dari empunya kerajaan Tuhan. Aku mau kalian mengasihi Aku, sebagaimana teman-teman kecilKu mengasihi Aku ".
Lalu Yesus memeluk mereka sambil tersenyum dan memberkati setiap bayi kecil serta anak-anak.
Ia berjanji untuk menjadi teman bagi setiap anak dan mengasihi serta selalu perduli terhadap mereka.

(By. Margareta Yanti)
Read more

0 Gereja yang Hidup

Seseorang bertanya pada saya, benarkah jumlah gereja kian hari kian bertambah? saya menyawab, "secara kuantitas mungkin hanya gedungnya yang bertambah sedangkan manusianya itu-itu saja, jika bertambah tidak terlalu banyak. tetapi segi kualitas mungkin benar bahwa gereja bertambah, karena banyak yang mengaku sebagai gereja akhirnya benar-benar menjadi gereja. " mengapa saya menjawab demikian? sebab ketika bicara tentang gereja, kita lebih bicara tentang memiliki gereja, daripada hidup sebagai GEREJA TUHAN.
 
Dalam bukunya tetang Gereja yang Hidup, DAVID R. RAY menyebutkan bahwa kepemimpinan, kasih ibadah dan kotmitmen adalah pokok penting. karena itu secara khusus ia membahas bagaimana setiap elemen itu dapat dibentuk dan bertumbuh dalam ibadah-ibadah yang dilakukan oleh jemaat. Yang menarik dalam buku ini, penulis tidak menyinggung gereja yang bersandar pada dana, fasilitas, peralatan moderen dan sebagainya. Gereja adalah persoalan relasi manusia dengan TUHAN dan sesamanya, sedangkan hal lainya tidak boleh jadi penghambat.
 
Gereja benar-benar hidup jika ditandai dengan relasi yang hangat dan akrab. Setiap orang dapat menjadi teman bagi sesamanya, merayakan tawa dan tangis bersama dalam ibadah syukur yang spesial, mempunyai aktivitas yang disukai bersama, tempat untuk menemukan dan menyanyikan lagu kesukaan tiap orang secara bersama, komunitas yang nyaman untuk berbagi kelemahan dan kisah pribadi atau keluarga tanpa takut dicelah, bergumul dalam firman TUHAN dengan semangat yang tinggi, ada penerimaan apa adanya, semua orang bsa menjadi merasa berarti dan menemukan (menyadari) talentanya, senang berdoa bagi sesama dalam ibadah maupun dalam doa pribadi, ibadah tidak berfokus pada pameran atau sebuah pertunjukan yang membuat jemaat pulang dengan berdecak kagum, melainkan mereka pulang dengan perasaan dipulihkan, diterima, diperlengkapi dan dipanggil dalam perjumpaan yang indah dengan TUHAN YESUS. sebab itu, jangan tanya apakah gereja sudah melayani saya, melainkan apakah saya sudah menjadi gereja yang bersaksi dan melayani TUHAN dan sesama?
Read more

Delete this element to display blogger navbar

 
Powered by Blogger